JALAN AMALIAH DAN JEJAK DAKWAH

on Sabtu, 31 Agustus 2013
JALAN AMALIAH DAN JEJAK DAKWAH
KELENGKAPAN BIOGRAFI KH HARUN RASYIDI -2
Catatan Muhammad Ahsin Sidqi (putra Pertama )

ABSTRAK

Ayahandaku KH Harun Rasyidi : Sebagaimana pria Jawa; sebagai anak tertua dari 6 saudara,  kepala rumah tangga dari 1 Isrti dan 6 Putra, bekerja sebagai pegawai negeri menjadi abdi bangsa menjalani kehidupan sehari hari dengan sederhana dan menjalin silaturrahmi dengan sudara dan berinteraksi dengan lingkungan sosialny sesuai dinamikanya.
Keterpanggilan jiwa dan pengaruh dari orang dan daerah  disekitarnya serta sikap krits terhadap situasi yang berkembang saat itu, menjadikan adanya berbagai sisi dalam menjalani kehidupannya yang patut untuk diambil pelajaran dan hikmahnya. Semoga karya dan amalnya menjadi kebaikan untuk beliau dan manfaat berkepanjangan bagi masyarakat dan bangsa ini.


AMBARAWA KOTA PERJUANGAN DAN PRULARISME MASYARAKATNYA

Ambarawa tidak mungkin dilepaskan dari peta perjuangan Indonesia untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaanya. Kota kecil di kaki pebunungan Ungaran, telomoyo dan merbabu ini telah menjadi peta penting sejak Belanda menjajah Indonesia.
Situs tentang ini bisa dilihat di Musium Palagan, Musium Kerera Api Ambarawa, Benteng Willem, dan bengunan2 Gereja serta lainnya yang masih terpeilhara sampai sekrang.
Tempat Pendidikan di Ambarawa, oeleh penjajahan Belanda memang banyak dibangun, dilengkapi dengan rumah ibadah (gereja) sehingga bisa dikatakan sudah cukup maju dunia pendidikan umum  hanya bernuansa agama yang dibawa dari eropa.
Sementara sebelum penjajahan penduduk Ambarawa beragama Hindu, lalu Islam, dan orang Tiong Hoa membangun Klenteng besar di atas Kali (sungai Panjang) bersama masuknya belanda Agama Kristen dan katolik juga tidak sedikit pengikutnya.
Pergolakan dan perubahan kekuasaan yang terjadi dan pergeseran budaya yang  menyertainya tetap menjadikan Ambarawa kondusif, masyarakatnya rukun dan bekerjasama meskipun memiliki keyakinan dan latar belakang yang berbeda

LINGKUNGAN YANG MENUMBUHKAN KEPEDULIAN

Ambarawa, Basis Pertahanan Belanda dan Perkembangan Berbagai Agama.
Dari tahun 1940 an Belanda telah membuat sarana pendidikan di Ambarawa tentu degan muatan dan nama sesuai dengan nilia Kristiani, dan Putra putri Muslim dipersilahkan juga  untuk sekolah dilembaga tersebut. Didasari keterbatasan sekolah negeri atau swasta lainya, maka sebagian besar siswa sekolah Nasrani tersebut juga beragama Islam.
Bapak (H.Harun) dan keluarga (KH Badaruddin) meyakini bahwa pendidikan adalah sarana yang terpenting untuk meruban nasib sesorang dan sampai mempengaruhi sampai pada  marwah bangsa. Maka Harun yg tertanam nilai spiritual dari awalnya, setamat SD tidak ada pilihan kecuali “Hijrah” di Salatiga menempuh pendidikan lanjut yang terfavorit pada masanya (PGA Salatiga).
Pergaulan dengan para siswa yang dari berbagai wilayah dan latar belakang serta dari guru guru yang membimbingnya,  maka cita cita Bapak terus membara, ingin meraih puncak pengetahuan yang dapat menemukan khikmah dari kehidupan yang hendak dijalainya.

Munculnya Semangat Mamajukan Pendidikan dan Mayarakat Muslim
Meneruskan pendidikan di Yogya, terus memperluas lingukngan pergaulan formal di sekolah dan non formal di keluaga tempat tinggalnya dan organisasi yang diikutinya serta masyarakat yang mejalani interaksi sehari hari, telah menjadi bekal yang baik untuk menyusun mozaik kehidupan mendatang yang bermanfaat untuk orang lain dan generasi setelahnya sepanjang masa.
Sampai 1980 an, Disana sini masih terlihat di Ambarawa dan sekitarnya, betapa akses pendidikan sangat sulit, jikapun ada pilihannya tidak sesuai dengan keyakinan masyarakat mayoritas, kalau keluar kota harus dengan biaya cukup besar yang bagi masyarakat umum di kota kecil ini tentu berat.


EMPATI YANG  MEMBUAHKAN AKSI NYATA

Menjadi Guru Tanpa Sekolah
Dari kondisi seperti diatas, suasana rumahnya di Ambarawa yang tidak pernah sepi dari orang datang khususnya belajar agama pada KH Badaruddin, maka Harun remaja sudah biasa tampil memberikan pengajian ke berbagai kalanga. Bisa luwes berbicara di depan kalangan remaja, Muda dan orang tua mungkin karena pengaruh dari kakeknya. Juga mengajar membaca Al Qur’an bagi adik adik dan masyarakat sekitarnya, telah melatih diri untuk sabar dan tekun melayani kebutuhan agama yang tidak terlayani saat itu.
Penjaian Bapak selalu menarikm bagi orang yang baru mengikuti pertama kali, karena Suaranya yang khas, gaya bicara dan gestur tubuh yang sangat menarik dan dinamis.
Bagi orang yang telah sering mengikutinya tidak pernah menjemukan, karena Bapak terus belajar dan mengangkat isu yang terkini dan menyentuh hati pendengarnya dengan kemampuan empati yang baik.
Materi khutbah dan ceamahnya meskipun singkat komprsenshif dan menyentuk aspek subtantif dalam melihat permasalahan dan solusi Ilahiyah serta kebangsaan yang diberikan (bisa dilihat pada transkrip KhutbahIdul Fitri di Masjdi Mujahiddin Ambawa dan panduan buku khutbah pembangunan yang telah dissusun dengan bebagai tokoh Nasional).
“Sebagai penyampai yang baik, kadang ketika ceramah (di depan siswa dan guru SMA Swasta Salatiga th 1984), bapak memberikan contoh kongkrit dirinya yang sedang memiimpin anaknya yang seusia dengan pendengarnya”.  Dan Beberapa tahun kemudian apa yang dikatakan menjadi kenyataan, anak pertamanya dengan basis sekolah Agama, bisa mempunya prestasi yang baik di sekolah Umum dan kelak diterima di Fakultas Teknik Nuklir tanpa meninggalkan kesalehannya.

Bapak meninggalkan jejak perjuangannya pada banyak kegiatan dakwah sebagai  berikut:
1.    MELANJUTKAN PENGAJIAN KELUARGA:
a.    Ahad Legi di Mlobo             : Melanjutkan pengajian ayahnda H Umar Khotib
b.    abtu Pagi Ambarawa          : Melanjutkan KH Badaruddin Riyaadus shalihien
2.    RINTISAN PENGAJIAN : 
a.    Kuliah Subuh Masjid            : Masjid Mujadiddin Tiap Jum’at Subuh
b.    Kuliah Subuh Ramadhan    : Masjid Mujahiddin Ambarawa

Tangan Berjabat Karya Terbuat
Tiada cukup perjuangan tanpa meniatkan keberlanjutan. Karya akan sirna bersama dengan terpisahnya jiwa dari raga. Amanlan ini baik bersaaman dengan kehidupannya, tetapi kurang kekal subangan pahala dan kebaikan setelah usai kehidupan dunianya.
Pertemuan dengan beberapa teman, tokoh dan dari hasil keprihatinan atas situasi yang terjadi terhadap minimnya sarana pendidikan dan dakwah, maka Bapak bisa meninggalkan jejak perjuangannya pada banyak kegiatan dan bangunan sebagai berikut:

1.    KEAGAMAAN :
c.    Balai Isalam Ambarawa          : Bersama Bpk Rajiman, H Thoyyib Hassan, H Ilzam.
d.    Renovasi Masjid Mujahidin     : Bersama Bpk Wedana Ambarawa dan 3 kali renovasi
e.    Masjid Jalan Utama 3 kota      : Bersama KH Mansyur puluhan Masjid jalan Kota mgelang-Salatiga-Ambarawa
f.     Masjid Amal Bhakti                   : Bersama Akpol Banyubiru, Kavaleri 408 dan Terminal Ambarawa
g.    Musholla Alkhimah                   : Kupang Dalangan sengan Kayu Glugu dari Mlobo

2.    BANGUNAN LAIN :
a.    Rumah sakit Ambarawa     : Perjuangan di DPR RI menaikkan status kelas

3.    SEKOLAHAN / UNIVERSITAS::
a.    MI Kranggan                         : Bersama Bpk Rajiman
b.    MI Sabilul Huda                   : Bersama Bpk Ustad Badrun, H Subiyono Apt
c.    SMP Ilsam Ambarawa         : Bersama H Amin Hambali
d.    SPIAIN Ambarawa               : Bersama H Amin Hambali
e.    SPG Islam Sudirman          : Bersama H Amin Hambali, G Subiyono Apt
f.     SMP- SMA Sudirman          : Bersama Pengurus Yayasan Islamic Centre
g.    IKIP Veteran Cabang          : Menjadi embrio berdirinya FKIP Undaris
h.    UNDARIS                              :Bersama Pengurus yayasan & Darul Ulum Jombang
i.      SMAN Ambarawa                : Lokal kelak bersama pengurus BP3 th 1982

4.    YAYASAN / Organisasi:
a.    Yayasan Islamic Centre Sudriman Ambarawa
b.    Yayasasan pendidikan Islam SD Islam / MI Kranggan
c.    BP3 SMA Negeri Ambarawa
d.    GUPPI (Gabungan usaha Pembaharuan Pendidikan Islam )
e.    MDI (Majlis dakwah Islam) Ketua MDI Jateng
f.     Yayasan Al-Azhar Salatiga
g.    MUI Jawa Tengah
h.    IKAHA Jawa Tengah
i.      DPR RI



Ditulis M Ahisn Sidqi

Pasuruan,  22 Agustus 2012

0 komentar:

Posting Komentar